Dari Sastra ke Dunia Pariwisata: Potensi Bahasa Perancis ke Dunia Industri
Oleh Fahrani Aulia Rahmi
Dari Mahasiswa hingga Menjadi Dosen Tamu di Mata Kuliah Bahasa Perancis Tourisme
Jatinangor 16/05/2025 — Dosen praktisi di bidang tourisme dalam Sastra Perancis punya peran yang cukup penting di dunia kampus. Mereka tidak hanya paham teori soal bahasa dalam Sastra Perancis. Tetapi, juga memiliki pengalaman langsung di dunia pariwisata. Seperti, menjadi tour guide, konsultan budaya, atau bahkan pengelola tempat wisata yang memiliki nuansa dan tema Prancis. Selain itu, dosen praktisi membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, seperti teknik komunikasi antarbudaya dalam bahasa Prancis. Hal ini sangat relevan di era globalisasi, di mana industri pariwisata semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu menjembatani budaya dan bahasa. Dengan kombinasi antara teori dan pengalaman lapangan, dosen praktisi dalam bidang ini mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya mahir berbahasa Prancis, tetapi juga siap terjun ke industri pariwisata.
Selama bulan Februari hingga Juli 2024, Sastra Perancis Unpad mempunyai program istimewa yaitu, mengundang lima alumni mereka untuk ” kembali ke rumah” dan membagikan berbagai pengalaman profesional dalam mata kuliah Bahasa Perancis Tourisme. Kelima alumni ini, saat ini berkarir di berbagai bidang, sepakat bahwa penguasaan bahasa Prancis dalam lingkupan profesional merupakan hal yang mutlak, terutama bagi mereka yang ingin bekerja di sektor yang berkaitan dengan Prancis. Berbagai latar belakang pekerjaab para alumni Sastra Perancis ini menjadikan mata kuliah tersebut lebih dinamis dan relevan secara praktis. Tak hanya membagikan penerapan bahasa Prancis dalam konteks kerja mereka,para alumni ini juga berbagi cerita inspiratif dan pengalamannya di lapangan setelah menyelesaikan studi di Sastra Perancis. Sesuatu yang belum didapatkan oleh para mahasiswa sebelumnya. Mari kita simak kisah mereka satu per satu!
Dari Tak Suka Matematika hingga Jadi Dosen Pariwisata
Ikhlas merupakan alumni Sastra Perancis Unpad angkatan 2007 yang lulus di tahun 2012. Awalnya, ia memilih jurusan ini karena ingin menghindari pelajaran menghitung, selain itu ia merasa Sastra Perancis lebih menantang dan unik dibandingkan bahasa Asia lainnya. Meskipun, awalnya tanpa rencana jelas, perkuliahan berjalan menyenangkan serta ia bersyukur mendapatkan dukungan dari orang tua. Tak lama setelah lulus, ia mendapat peluang dari senior yang mengajaknya bekerja sebagai tour guide di Bali.
” Lulus hari Jum’at, Senin-nya saya langsung ke Bali karena High Season jadi butuh segera tour guide bahasa Prancis.” Ucap Ikhlas.
Ia membawa tamu keliling Jawa dan Bali jadi dari situ tumbuh rasa kecintaan terhadap dunia pariwisata. Pengalamannya juga bertambah ketika ia bergabung dengan agent perjalanan asal Prancis yang berfokus pada wisata alam. Ia senang bekerja di perusahaan Prancis karena meskipun mereka memberi tanggung jawab besar yang penting kerjaan yang diberikan itu selesai dan bukan soal jam kerja.
Saat ia ingin menata karirnya, Ikhlas melihat karir sebagai pemandu wisata yang cenderung musiman sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil program magister di Universitas Angers, Prancis. Meskipun, ia sudah terbiasa dengan tamu Frankofon, tetapi tetap saja ia merasa kesulitan saat berkuliah disana. Bahasa yang digunakan saat kelas lebih formal dan ilmiah berbeda dengan percakapan sehari-hari, namun pengalaman akademik dan magang disana memperkaya pemahamannya tentang pariwisata berkelanjutan.
Usai menyelesaikan studi, ia kembali ke Indonesia dan bekerja di berbagai travel agent lagi sembari mencoba untuk melamar ke berbagai pekerjaan lainnya. Namun, pandemi COVID-19 mengubah arah hidupnya, ia mendapat kesempatan untuk menjadi dosen di Politeknik Pariwisata Medan yang kini ia menjabat sebagai Kaprodi D4 Destinasi Pariwisata dan Kepala Unit Geotourisme.
Menurutnya, lulusan Sastra Perancis punya banyak peluang terutama jika didukung sertifikasi bahasa. Ia menenkankan pentingnya memiliki keberanian berkomunikasi.
“Kalau bisa ambil DELF B2 pas kuliah biar nanti ga susah setelah lulus dan juga jangan takut salah untuk ngomong duluan.” Saran Ikhlas.
Gak Selalu Harus Jadi Diplomat, Lulusan Sastra Juga Bisa Eksis di Dunia Kreatif dan Pariwisata
Abay memulai studinya di Sastra perancis pada tahun 2015 dan lulus pada tahun 2021. Ia memilih Sastra Perancis karena ketertarikannya pada pelajaran Bahasa Perancis saat ia di bangku SMA. Karena ia sudah memiliki dasarnya, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di jurusan ini. Setelah lulus ia menghadapi tantangan besar yaitu, stigma masyarakat terhadap lulusan Sastra yang sering dipandang sebelah mata. Meskipun begitu kemampuan ini sangat berguna di bidang pariwisata budaya lokal dan kemampuan beradaptasi tinggi saat membawa tamu asing.
Saat ini ia bekerja secara freelance di bidang pariwisata dan seni. Menurutnya mata kuliah percakapan sangat bermanfaat untuk membangun keberanian berbicara dan melatih public speaking yang sangat relevan di dunia kerja khususnya saat menghadapi client asing. Peluang kerja lain pun terbuka lebar untuk lulusan Sastra Perancis selain di IFI dan Kedutaan, travel agent bisa menjadi salah satu opsi yang tak kalah hebat dan seru.
Menajdi dosen praktisi untuk mata kuliag Bahasa Prancis Tourisme merupakan penglaaman berharga baginya. Abay merasa senang bisa berbagi ilmu dan mendorong mahasiswa untuk berani berbicara tanpa takut salah. ia juga mennekankan bahwa selain hanya di bahasa kita harus meng-eksplor lebih jauh bidang digital seperti desain, editing, dan copywriting dapat menjadi nilai tambahan untuk kita mendaftar kerja nanti.
Ngobrol Sama Turis? Gampang! Abdul Sudah Terlatih Sejak Bangku Kuliah
Abdul memilih untuk melanjutkan studinya di jurusan Sastra Perancis dan menemukan banyak hal menarik di jurusan ini. Setelah lulus, ia menghadapi tantangan besar mengenai ketidakpastian karir, mengenai ini harus pintar pintar mencari peluang sendiri, apalagi saat pandemi kemarin, ia tidak terjun untuk bekerja langsung di bidang Sastra atau dunia F&B dan kini aktif sebagai tour guide di Bali. Sebagai tour guide Abdul sudah terbiasa bekerja dengan banyak wisatawan dari negara Prancis.
Pada pekerjaannya saat ini. latar belakang pendidikannya di Sastra Perancis sangat membantu, terutama mengenai bahasa, percakapan, dan manajemen organisasi, khususnya dalam membangun komunikasi dan problem solving. Pengalamannya menjadi dosen praktisi juga memberi kesan positif, karena ia bisa berbagi pengalaman nyata dengan mahasiswa dan membuka wawasan baru tentang dunia tourisme.
Menurutnya, lulusan Sastra Perancis memiliki peluang karir yang sangat luas, seperti bekerja di Kedutaan, Pengajar, sampai Pariwisata dan Dunia Industri Kreatif. Selain kemampuan bahasa, skill organisasi dan kepemimpinan juga penting sekali agar sukses di dunia kerja.
Dari Pecinta Bahasa ke Profesioanal Pariwisata di Bali
Memilih jurusan kuliah didasarkan pada pertimbangan minat dan prospek kerja. Alasan Sheila memilih Sastra Perancis Unpad ini karena ia memiliki ketertarikan pada bahasa dan mempelajari sesuatu yang belum banyak diminati. Budaya Prancis yang luas menjadikan opsi peneliti untuk skripsinya. Namun, dunia kerja ternyata menantang dengan cara yang berbeda. salah satu hal yang paling mengejutkan adalah perbedaan antara teori yang dipelajari di kampus dan kenyataan di lapangan.
Kini Sheila bekerja di Industri pariwisata sebagai guest relation officer di sebuah perusahaan manajemen villa di Bali yang banyak berurusan dengan wisatawan asing terutama dari Prancis. Ia menangani kebutuhan tamu, keluhan, hingga memastikan kenyamana mereka selama menginap. Salah satu mata kuliah yang menurutnya paling bermanfaat adalah percakapan.
“Kita kerja dengan manusia yang karakternya beda-beda, belajar memahami maksud orang lain dan menyampaikan sesuatu dengan benar itu penting banget dalam dunia kerja.” Ujar Sheila.
Pengalamannya semakin berwarna ketika ia dipercaya menjadi dosen praktisi untuk mata kuliah Bahasa Prancis Tourisme. Meski sempat gugup untuk mengajar tetapi itu adalah pengalaman yang berarti baginya. Ini merupakan mata kuliah yang sangat berguna bagi mahasiswa karena mereka bisa mengetahui gambaran bahwa ada prospek kerja yang luas dari para alumni.
Lulusan Sastra Perancis mempunyai banyak peluang karir, tidak terbatas pada bidang akademik atau penerjemahan saja. Kemampuan berbahasa berpotensi di sektor properti, ekspor-impor, dan bahkan sales.
Merangkai Mimpi Lewat Bahasa dan Petualangan
Perjalanan Bambang dimulai pada tahun 2002, berangkat dari ketertarikannya pada bahasa asing dan melihat bahwa persaingan di Sastra Perancis tidak sebanyak sastra lainnya. Selama kuliah, ia mengikuti program pertukaran pelajar ke La Rochelle Universite. Prancis, dan sempat tinggal di Jerman. Setelah dua setengah tahun kuliah, ia memilih cuti untuk melanjutkan hidup dan belajar langsung di Prancis.
Kerja part time bukan lagi hal yang asing di Prancis, selama kuliah Bambang bekerja part time di restoran dan hotel. Pengalaman tersebut secara lebih cepat memperkaya pemahaman bahasa Prancis karena bahasa Prancis sehari-hari berbeda dengan yang dipelajari ketika di kelas. Selain itu, tantangan terbesar adalah menemukan lingkungan kerjan yang sesuai. Ia merasa bahwa mata kuliah Tata Bahasa dan Kebudayaan Prancis sangat berguna karena kedua hal tersebut sangat crucial agar bisa berkomunikasi dengan baik. Kini Bambang berfokus menjadi tour guide freelance terutama untuk wisatawan frankofon.
“Ketika saya tau culture mereka, berkomunikasi itu jadi lebih mudah, percuma kalau kita ga tau apa-apa meskipun kita bisa berbicara bahasa Prancis.” Ujar Bambang.
Menurutnya peluang kerja untuk lulusan Sastra Perancis itu begitu luas tetapi akan sulit jika kita hanya mengandalkan kemampuan berbahasa saja. Jadi penting untuk memiliki skill lain yang dapa menjadi faktor pendukung, seperti Bambang yang menyukai jalan-jalan dan bersosialisasi lalu disatukan dengan kemampuan berbahasa yang peluang ini menjadikannya sebagai tour guide. Kejujuran juga menjadi prinsip utama dalam bekerja.
Respons Mahasiswa Sastra Perancis terhadap Mata Kuliah BPT
” Pengajarannya sangat menarik, karen alangsung oleh guide-nya, sementara di mata kuliah lain tidak seperti ini. Sangat relevan dengan dunia kerja, dosen-dosennya juga berperan bsebagai gitude, sehingga mereka memberikan contoh langsung dari pengalaman mereka. Materi yang diajarkan juga mudah dipahami karena disampaikan melalui pengalaman mereka sendiri, sebagian besar juga langsung dipraktikkan. Mata Kuliah BP Tourisme ini sangat membantu, karen adari materi yang dipelajari kita jadi tahu apa yang harus dikerjakan dan dilakukan dalam pekerjaan di sektor pariwisata. Namun, ada juga yang terasa biasa saja, seperti tugas membuat dialog antara turis dan guide yang cukup membantu. Pembelajaran ini menitik-beratkan kepada kamampuan berbahasa dan menambahkan kosa kata. Pembelajaran ini sangat berpengaruh, akrena tanpa bantuan dosen kita tidak tahu situasi profesional apa yang perlu dipahami dalam ranah pariwisata. Secara keseluruhan, sangat relevan dengan alasan-alasan yang sudah syaa sampaikan sebelumnya,” Ucap Jinan Fatya Mahasiswa Sastra Perancis Angkatan 2023.
” Pembelajaran terasa casual namun cukup informatif karena dosen memiliki pengalamna langsung di bidang pariwisata, sehingga bisa menggambarkan kondisi lapangan dengan jelas. Selain berbagi cerita, dosen juga menunjukkan dokumen asli seperti format data dari agensi tour, yang membuat pembelajaran lebih nyata dan relevan dengan dunia kerja. Gaya mengajarnya pun santai dan tidak terpaku pada teori, langsung disertai studi kasus dan praktik yang sangat membantu. Dari sisi bahasa, materi ini memperkenalkan kosakata profesional dan istilah baru di bidang tourisme, serta berbagai jenis kegiatan pariwisata. Diberikan tugas simulasi seperti menjadi turis dan pemandu wisata juga memberi pengalaman langsung yang seru dan aplikatif. Walau sebagian besar fokus pada konten tourisme daripada bahasa Prancis. Sempat ada sesi praktis seperti membalas email client dalam bahasa Prancis. Keseluruhan, pembelajaran ini cukup membantu dan relevan, menjadi good start untuk mengenal dunia pariwisata.” Ucap Ratu Anandya Mahasiswa Sastra Perancis Angkatan 2023.
