“Lulusan Sastra Mau Jadi Apa?” Kisah Alumni Sastra Perancis yang Kini Berkarir di Dunia Profesional

"Lulusan Sastra Mau Jadi Apa?"
Kisah Alumni Sastra Perancis yang Kini Berkarir di Dunia Profesional

Oleh Hanifah Nisa Salsabila

Dari Mahasiswa hingga Menjadi Dosen Tamu di Mata Kuliah Bahasa Perancis Aplikatif

Jatinangor 9/05/2025 – Anggapan bahwa lulusan Sastra hanya akan berakhir sebagai penerjemah atau pengajar bahasa kini tak lagi relevan. Nyatanya, banyak alumni Program Studi Sastra Perancis Universitas Padjadjaran berkarir secara profesional pada bidang-bidang  pekerjaan yang menantang dan berpengaruh. Beberapa diantaranya adalah Mexind Suko Utomo Tjahyana (International Governmental Affairs di Airbus), Gemma Ramadhan Santana (Staf Protokol dan Konsulat di KJRI Marseille), Muhammad Ridla Alfaruqi (Staf Lokal di KJRI Noumea), Zara Aulia (Persiapan Studi Lanjut S2), dan Afina Iskandar (Freelance Graphic Designer). Sebagai profesional mereka berlima merupakan representasi penting dari kesuksesan “lulusan sastra” yang selama ini sering dianggap sebelah mata.

Selama periode Februari hingga Juli 2024 ini, prodi Sastra Perancis Unpad berkesempatan untuk mengundang mereka berlima untuk “pulang ke rumah” untuk berbagi pengalaman profesional sebagai praktisi pada mata kuliah Bahasa Prancis Aplikatif. Terkait keilmuan bahasa dan budaya Perancis, secara umum, kelima alumni ini bersepakat untuk mengatakan bahwa penguasaan bahasa Prancis dalam konteks profesional adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-menawar lagi, apalagi bagi mereka yang memang memiliki keinginan untuk bekerja pada sektor-sektor pekerjaam yang berhubungan dengan negara Perancis. Latar belakang profesional yang berbeda yang dihadirkan oleh kelima alumni ini membuat mata kuliah ini tampak lebih berwarna dan aplikatif. Selain mengenalkan penggunaan bahasa perancis dalam konteks profesional masing-masing, kelima alumni ini juga menawarkan kisah inspiratif dan pengalaman profesional langsung mereka setelah mereka lulus dari sastra Perancis yang mungkin tidak bisa didapatkan sebelumnya. Ayo kita simak pengalaman mereka satu-persatu.

 

Dari Jatinangor Melesat hingga Paris

Awalnya Mexind ingin mengambil jurusan musik namun hasil psikotes menunjukkan pada bidang yang bisa menyalurkan kreativitas sekaligus bermanfaat dan juga ia sempat tinggal di berbagai negara serta lingkungan yang multikultural membuatnya tertarik mendalami sastra. Akhirnya Sastra Perancis Unpad menjadi pilihannya untuk melanjutkan studi.

 

 

Selama perjalanan perkuliahannya, Mexind tidak hanya aktif di kelas, tetapi ia juga aktif di organisasi kemahasiswaan, bahkan ia ikut membangun kembali Himpunan Mahasiswa Sastra Perancis (Himaper). Mexind juga aktif ikut serta dalam berbagai kegiatan dalam tingkat nasional,  termasuk seminar besar yang berhasil mengundang Duta Besar Prancis dan para tokoh penting lainnya. Selain itu, ia mengikuti program simulasi sidang PBB (MUN), menjadi Duta Muda ASEAN, serta bekerja part-time sebagai translator dan intrepreter di berbagai institusi, seperti IFI Bandung dan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Seluruh kegiatan ini ia jalani sebagai bekal untuk mengejar studi lanjut ke luar negeri.

 

 

Setelah lulus S1, Mexind diterima di Université Sorbonne Nouvelle, Prancis. Namun, ia tidak melanjutkan studinya di sana karena ia mendapatkan beasiswa penuh di di École Nationale d’Administration (ENA), Prancis, salah satu sekolah tinggi elite yang mencetak banyak pejabat tinggi negara. Salah satunya Presiden Republik Prancis saat ini, Monsieur Emmanuel Macron. Selama perjalanan studinya di ENA, ia belajar sambil magang di berbagai institusi pemerintahan, termasuk Delegasi Prancis untuk Uni Eropa di Brussel dan kantor pemerintahan daerah di Lyon. Berbagai pengalaman yang ia dapatkan membuka banyak peluang, serta berkat jaringan alumni dan PPI sangat berarti. Ia mendapatkan tawaran pekerjaan dari berbagai tempat, dan akhirnya ia bergabung dengan Airbus.

 

 

Saat ini Mexind bekerja di Airbus Paris, sebelumnya ia sempat bertugas di Airbus Jakarta dan Singapura. Tugas pekerjaannya sangat strategis yakni mengelola dukungan hubungan internasional, menyusun memo-memo penting untuk pemerintah Prancis, dan menjembatani komunikasi antara perusahaan dan lembaga pemerintahan. Meskipun kini ia bekerja di industri pesawat terbang, ilmu Sastra Perancis tetap sangat relevan dan bermanfaat. Kemampuan berpikir kritis, menulis ringkas, serta menguasai bahasa asing menjadi kunci utama dalam pekerjaannya.

 

 

Tak hanya sibuk di dunia profesional, Mexind juga kembali ke kampus sebagai dosen praktisi. Ia bersyukur bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa, terutama karena saat kuliah dulu ia berharap ada program seperti ini. Melihat mahasiswa sekarang yang aktif, semangat, dan sudah punya kemampuan bahasa yang baik, membuatnya yakin bahwa generasi saat ini punya potensi besar untuk bersaing di dunia global. Menurutnya lulusan Sastra Perancis memiliki peluang kerja yang luas, dari bidang diplomasi, pendidikan, media, industri kreatif, hingga perusahaan multinasional. Namun, ia menekankan pentingnya membekali diri dengan keterampilan tambahan, aktif di organisasi, dan memperluas wawasan sejak dini. Karena di dunia kerja, bukan hanya IPK yang dilihat, tapi juga pengalaman, kemampuan komunikasi, dan daya saing.

 

 

Dengan begitu, lulusan Sastra Perancis bisa menjadi “jagoan” di bidangnya masing-masing.

 

” Mahasiwa harus merencanakan masa depan sejak semester awal, aktif magang, dan terus membangun relasi yang baik.” Pesan Mexind kepada mahasiswa.

 

Pengalaman Summer Job Membuka Peluang Kerja di KJRI Marseille

Gemma memulai studinya di Program Studi Sastra Perancis Unpad pada tahun 2014 melalui jalur SNMPTN, ketertarikannya pada bahasa dan budaya Prancis menjadi motivasi utama dalam memilih jurusan ini. Setelah lulus pada tahun 2018, Gemma mendapat tawaran dari salah satu dosen untuk langsung terlibat dalam program Summer Job sebagai tour guide di Bali. Pengalaman ini memberinya wawasan tentang industri pariwisata dan kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan Frankofon.

 

 

Ia bekerja di sektor pariwisata di Bali hingga pandemi COVID-19 melanda, selanjutnya Gemma mencoba mendaftar ke Kementerian Luar Negeri dan akhirnya bergabung dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Marseille, Prancis, sebagai sekretaris yang memerlukan kemampuan bahasa Perancis dalam komunikasi resmi dan penulisan surat diplomatik. Ia menekankan bahwa pentingnya mata kuliah Tata Bahasa sangat membantu dalam menyusun surat resmi dan komunikasi formal dengan instansi pemerintah Prancis.

 

 

Sebagai dosen praktisi untuk mata kuliah Bahasa Prancis Aplikatif, Gemma merasa senang dapat berbagi pengalaman nyata dengan mahasiswa serta memberikan wawasan tentang penerapan bahasa Perancis dalam dunia kerja. Gemma menyadari bahwa adaptasi di dunia professional memerlukan waktu dan proses. Ia menekankan pentingnya bersikap fleksibel, terbuka untuk belajar hal baru, dan tidak ragu untuk bertanya guna memahami dinamika dunia profesional.

 

Pengalaman Dari Inbound Market Menjadi Staf Lokal KJRI Noumea

Ridla memilih jurusan Sastra Perancis di Unpad untuk memperluas kemampuan bahasa asingnya. Setelah lulus, ia menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan dunia kerja, baik dari segi akademik maupun mentalitas terutama tantangan bekerja di luar negeri yang jauh dari keluarga. Namun, ia mengatasi hal tersebut dengan menjalin relasi antar sesama warga Indonesia di luar negeri. Ia pernah bekerja di perusahaan multinasional yang berhubungan langsung dengan turis asing seperti ASEAN Trails, di mana ia menjabat sebagai inbound market untuk pasar Prancis. Tugasnya mencakup pembuatan brosur dan agenda harian bagi turis asing. Saat ini, ia bekerja sebagai staf lokal di KJRI Nouméa, di bawah Kementerian Luar Negeri Indonesia.

 

 

Ridla memilih jurusan Sastra Perancis di Unpad untuk memperluas kemampuan bahasa asingnya. Setelah lulus, ia menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan dunia kerja, baik dari segi akademik maupun mentalitas terutama tantangan bekerja di luar negeri yang jauh dari keluarga. Namun, ia mengatasi hal tersebut dengan menjalin relasi antar sesama warga Indonesia di luar negeri. Ia pernah bekerja di perusahaan multinasional yang berhubungan langsung dengan turis asing seperti ASEAN Trails, di mana ia menjabat sebagai inbound market untuk pasar Prancis. Tugasnya mencakup pembuatan brosur dan agenda harian bagi turis asing. Saat ini, ia bekerja sebagai staf lokal di KJRI Nouméa, di bawah Kementerian Luar Negeri Indonesia.

 

 

Latar belakang pendidikan di Sastra Perancis sangat membantu dalam pekerjaannya, terutama dalam keterampilan linguistik dan pemahaman budaya. Mata kuliah seperti fonetik dan penerjemahan sangat berguna dalam komunikasi dengan rekan kerja dan mitra asing. Ridla pernah menjadi dosen praktisi untuk mata kuliah Bahasa Prancis Aplikatif. Ia melihat antusiasme mahasiswa dalam belajar bahasa Prancis dan mendorong mereka untuk berani berbicara, meskipun masih dalam proses belajar.

 

 

Menurutnya lulusan Sastra Perancis memiliki peluang kerja yang luas, baik di perusahaan multinasional, instansi pemerintah, maupun di sektor pariwisata. Ia menekankan pentingnya memiliki mindset positif, keterampilan berbicara dan tidak meremehkan diri sendiri karena banyak kesempatan yang bisa diraih dengan kemampuan bahasa Perancis.

 

” Harus PD karena masih di ruang lingkup belajar, jadi hajar aja dulu sambil diperbaiki kosa katanya.” Pesan Ridla kepada mahasiswa yang diajarnya.

 

Bahasa, Budaya, dan Branding Diri

Zara memulai studi di Sastra Perancis Unpad pada tahun 2015 dan lulus pada 2019. Ketertarikannya pada bahasa sejak SMA menjadi alasan utama memilih jurusan ini. Setelah lulus dari Sastra Perancis, ia menghadapi tantangan berupa adaptasi dalam dunia kerja, terutama saat bekerja di KJRI Marseille selama hampir 3 tahun. Perbedaan budaya kerja dan tanggung jawab baru menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan profesionalnya. Selain bekerja di KJRI Marseille, ia juga memiliki pengalaman sebagai penerjemah freelance. Namun, tidak semua posisi di perwakilan luar negeri memerlukan interaksi langsung dengan masyarakat lokal atau penggunaan bahasa Perancis secara intensif.

 

 

Saat ini, ia sedang mempersiapkan studi S2 di University of York, Inggris, dengan fokus pada Digital Marketing. Harapannya, kombinasi antara kemampuan berbahasa Prancis dan pemasaran digital dapat menjadi nilai tambah dalam kariernya. Latar belakang pendidikan Sastra Perancis memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah dan hubungan bilateral Indonesia-Prancis yang sangat berguna dalam pekerjaannya di bidang ekonomi dan diplomasi.

 

 

Pengalaman magang di Kementerian Luar Negeri membantu dalam transisi dari dunia akademik ke dunia profesional. Zara menganggap magang sebagai langkah penting untuk memahami dinamika kerja sebelum terjun sepenuhnya ke dunia profesional. Dari hal tersebut, lulusan Sastra Perancis memiliki peluang di berbagai bidang, termasuk copywriting, media sosial, dan pemasaran. Kemampuan linguistik yang dimiliki dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri kreatif dan komunikasi.

 

” Penting untuk kita mem-branding diri di media sosial dan menulis CV yang menarik untuk nilai daya jual kita.” Ucap Zara.

 

Bekal Lulusan Sastra Perancis Menembus Dunia Profesional

Afina awalnya mengambil kursus bahasa Prancis di Alliance Française dan dari ketertarikannya pada bahasa Prancis itu menjadikan Sastra Perancis Unpad sebagai pilihannya untuk melanjutkan studi. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia memilih untuk tidak langsung memasuki dunia kerja tetapi memilih untuk melanjutkan studi sambil memperkaya dirinya dengan berbagai pengalaman kerja dan magang. Hal ini membuat transisinya ke dunia profesional terasa lebih mulus. Ilmu yang didapat selama kuliah terutama kemampuan analisis yang diasah lewat membedah karya sastra ternyata sangat relevan di dunia kerja, terutama dalam menyelesaikan masalah yang kompleks. Bahasa Prancis yang dikuasai sejak awal kuliah pun menjadi nilai tambah yang sangat berguna.

 

 

Dalam perjalanan karirnya, ia sempat bekerja di bidang yang erat kaitannya dengan bahasa Prancis. Ia menjadi pengajar muda di Institut Français Indonesia (IFI) Bandung yang berperan sebagai pengajar dan penguji DELF. Ia juga pernah mengajar bahasa Prancis untuk penutur asing di  Université Sorbonne Nouvelle, Prancis. Kini, ia bekerja sebagai freelance graphic designer untuk menangani berbagai proyek dari klien internasional, termasuk agensi kreatif digital yang berbasis di Paris. Meskipun bidang pekerjaannya berbeda dari disiplin akademiknya, kemampuan bahasa, daya analisis, dan jaringan alumni yang Afina peroleh selama kuliah sangat mendukung pekerjaannya saat ini.

 

 

Kesempatan menjadi dosen praktisi dalam mata kuliah Bahasa Prancis Aplikatif menjadi pengalaman berharga lainnya. Meskipun ia sempat merasa gugup, karena belum terbiasa mengajar dalam skala besar, ia merasa bangga dengan antusiasme dan kompetensi mahasiswa. Interaksi selama perkuliahan tidak hanya menjadi ruang berbagi ilmu, tetapi juga sarana belajar bersama. Ia berharap program serupa terus diadakan karena dapat menjembatani dunia akademik dan dunia kerja secara lebih nyata.

 

 

Pengalaman kerja pertamanya di Prancis, di bidang yang belum pernah ia pelajari sebelumnya, memaksanya untuk belajar dari nol. Dari hal tersebut, lulusan Sastra Perancis memiliki peluang karir yang sangat luas. Selain bidang pendidikan dan kebahasaan, banyak alumni yang kini bekerja di sektor kreatif, media, ekonomi, bahkan otomotif. Pentingnya penguasaan keterampilan non-akademik, seperti kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berbicara di depan umum. Kemampuan ini dinilai esensial dalam menghadapi tantangan kerja, terutama dalam lingkungan multikultural dan profesional yang dinamis.

 

” Penting untuk selalu bersikap rendah hati, tidak sungkan bertanya, dan siap mengakui kesalahan.” Ucap Afina.

 

Respon Mahasiswa Sastra Perancis Terhadap Mata Kuliah Bahasa Perancis Aplikatif

” Menurut aku seru sih mata kuliah BPA ini diajarin sama alumni dengan cara yang santai dan relevan. Materinya mudah dipahami dan tugas – tugas nya juga membantu aku banget dalam memahami dunia kerja. Waktu itu pernah dikasih tugas untuk buat proyek kreatif seperti desain festival mulai dari design feeds IG dan lain lain, kita juga dikasih tau cara untuk membuat CV, proposal dan persuratan yang baik dan benar dalam bahasa Perancis. Kelas ini membuka wawasan aku dan merupakan bekal penting untuk karir ke depan.” Ucap Kay Mahasiswa Sastra Perancis Unpad Angkatan 2022. 

 

” Mata kuliah Bahasa Perancis Aplikatif diajarin dengan cara yang praktis dan interaktif jadi mudah dipahami. Dosen nya pun banyak berbagi pengalaman kerja nyata dan ngasih kita tugas – tugas yang relevan seperti proposal dan surat resmi. Aku ngerasa kemampuan bahasa aku juga meningkat karena sering dilatih langsung dalam konteks profesional. Menurut aku mata kuliah ini membantu banget untuk kita mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja, terutama buat yang belum punya pengalaman magang.” Ucap Arra Mahasiswa Sastra Perancis Unpad Angkatan 2022.