HIMAPER Unpad Gali Peran Bahasa dan Prospek Kerja Lewat Kunjungan ke Kementerian Luar Negeri RI
Oleh Daffa Muhammad Fitra
Dokumentasi foto bersama HIMAPER di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Perancis (HIMAPER) Universitas Padjadjaran kembali mengadakan program tahunan company visit sebagai bagian dari upaya pengembangan wawasan mahasiswa. Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, HIMAPER berkesempatan untuk mengunjungi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “From Campus to Global Stage”. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya bahasa asing dalam dunia profesional.
Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran praktis di luar kelas. HIMAPER ingin memberikan gambaran nyata tentang prospek kerja di bidang diplomasi dan lembaga pemerintahan, khususnya yang melibatkan kompetensi bahasa asing.
Rangkaian Kegiatan pada Kunjungan
Kegiatan dimulai dengan ucapan selamat datang dan pengenalan dari perwakilan Kementerian Luar Negeri. Setelahnya, mahasiswa HIMAPER mengikuti sesi penyampaian materi yang disampaikan oleh Ibu Anggi dari Direktorat Diplomasi Publik.
Dalam sesi berjudul “Diplomasi Publik sebagai Alat Soft Power”, menguraikan konsep soft power, tujuan dan misi diplomasi publik. kemudian dijelaskan juga fungsi dari nation branding. Mahasiswa juga diperkenalkan pada kontribusi diaspora dalam membangun citra Indonesia di kancah internasional.
Dokumentasi Pematerian oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Salah satu program utama yang disampaikan adalah Dialog Antaragama. Program ini menyatukan pemimpin agama dari berbagai negara dan menghasilkan inisiatif seperti beasiswa dan forum lintas agama. Di samping itu, Kemenlu menjelaskan program Indonesia Gastrodiplomacy Series. Program ini menggunakan diplomasi kuliner sebagai sarana promosi. Tujuannya adalah mengenalkan keanekaragaman makanan Indonesia ke masyarakat internasional.
Sesi diteruskan dengan dialog yang interaktif. Mahasiswa menanyakan tentang kesempatan kerja bagi lulusan Sastra Perancis. Sehingga, bidang hubungan internasional termasuk Kemenlu sangat menerima lulusan sastra asing, kebutuhan bahasa bergantung pada konteks dan kebutuhan internasional. Di samping Kemenlu, lulusan Sastra Perancis juga memiliki prospek kerja di lembaga internasional seperti ASEAN, PBB, atau institusi budaya asing. Kegiatan diakhiri dengan pemberian plakat dan sesi foto bersama sebagai simbol apresiasi dan dokumentasi.
Dokumentasi Pemberian Plakat dan Sesi Foto Bersama
Insight dan Kesan Peserta
Salah satu pelajaran utama dari kunjungan ini adalah pentingnya keterampilan bahasa asing dalam dunia kerja. Mahasiswa menyadari bahwa keterampilan berbahasa memiliki peran penting, terutama dalam bidang diplomasi. Ini mengingatkan bahwa latar belakang pendidikan sastra asing bukanlah penghalang, tetapi justru suatu keunggulan.
“Kegiatan ini seru dan berguna banget. Kita dapat informasi mengenai magang dan prospek kerja di Kementerian Luar Negeri. Selain itu, materi yang disampaikan juga buat kita sadar bahwa kemampuan bahasa asing adalah keterampilan yang hebat. Hal ini sangat bermanfaat di masa mendatang. Rasanya jadi lebih semangat untuk terus belajar mengembangkan diri. Apalagi ternyata banyak peluang kerja yang diambil oleh lulusan sastra asing seperti kami.” Ujar Nisa salah satu anggota HIMAPER.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai prosedur seleksi untuk masuk ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Mulai dari tahapan pendaftaran hingga persiapan yang harus dilakukan. Mereka juga mempelajari cara seorang diplomat harus bersikap netral dan mampu melihat isu dari berbagai sudut pandang tanpa memihak.