Najla dan Zakia Mahasiswa Sastra Perancis Unpad Yang Lolos Program MSIB Kemendikbud
Oleh Jose Maulana Sandrya
Najla (Kiri) dan Zakia (kanan)
Jatinangor 25/09/2024 – Program Kampus Merdeka saat ini sedang menjadi incaran di mata para mahasiswa, terutama bagi para mahasiswa di Universitas Padjadjaran. UNPAD sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek turut berperan aktif dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan selalu memfasilitasi seluruh mahasiswa yang mengikuti berbagai program Kampus Merdeka, salah satunya ialah Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).
Di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNPAD salah satunya, tidak sedikit mahasiswa semester 5 hingga 6 yang sangat antusias untuk mengikuti program magang, meskipun beberapa program studi di FIB UNPAD tidak mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti program magang, namun kesadaran para mahasiswa akan perlunya pengalaman sebelum terjun ke dunia pekerjaan tampaknya sudah tumbuh di era industry 4.0 ini. Program Studi Sastra Perancis contohnya, meskipun aturan kaprodi Sastra Perancis tidak mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti magang, namun antusias para mahasiswa sangat tinggi.
Pada bulan September 2024, sebanyak dua orang mahasiswa Sastra Perancis UNPAD angkatan 2021 yaitu Najla dan Zakia telah diterima di program MSIB 2024, yang saat ini sedang berlangsung sedari pertengahan September 2024. Zakia salah satu mahasiswa Sastra Perancis angkatan 2021 bercerita, awalnya ia tidak terlalu tertarik pada program MSIB ini dan lebih tertarik kepada IISMA, namun setelah banyak pertimbangan akhirnya ia memilih untuk mendaftar program ini, “Aku tahu program ini sudah dari lama, awalnya aku lebih berminat di IISMA karena ya aku juga anak sasper, siapa sih yang tidak mau ke negara yang bahasanya sedang kita pelajari. Tapi karena ada satu dan lain hal, aku batal daftar IISMA di semester 4 & 6. Tapi buatku saat itu, MBKM ini program yang sangat bermanfaat dan sayang banget aja sih kalo tidak diikuti at least sekali selama kuliah.” ujar Zakia.
Begitu pula dengan Najla, sebagai sesama mahasiswa semester 6 yang merasa sudah saatnya ia membangun banyak koneksi dan pengalaman dalam dunia kerja, “Menurut aku magang itu penting banget untuk mahasiswa seperti kita yang akan melanjutkan karir di bidang profesional. Khususnya, untuk teman-teman sastra perancis yang masih bingung mengenai karir yang akan ditempuh setelah lulus, program magang ini sangat membantu banget untuk memberikan kita gambaran tentang bagaimana dunia kerja yang sebenarnya dengan terjun langsung ke lapangan pekerjaan tersebut, Selain itu, program magang juga bisa menjadi ajang kalian untuk menambah koneksi!”.
Najla dan Zakia masing-masing dari mereka mulai on boarding sedari pertengahan September lalu, Najla diterima di PT. Orbit Ventura Indonesia sebagai Graphic Designer, dan Zakia diterima di Bank Indonesia Kantor Perwalian Kepulauan Riau dan Batam sebagai Data Analyst atau Researcher. Sebelum mereka melaksanakan Work From Office mereka juga mengikuti beberapa rangkaian orientasi di masing-masing instansi. Zakia ditugaskan di proyek riset penyusunan strategi komunikasi Bank Indonesia sampai akhir periode program MSIB ini sendiri yaitu 12 Desember 2024, Zakia berkata bahwa program MSIB ini menjadi sebuah hal baru baginya, karena ia dapat banyak belajar hal-hal yang tidak diajarkan selama di kampus, terutama pada bidang yang berbeda dengan yang sedang ia pelajari secara formal, “Banyak sekali hal-hal baru yang gak pernah aku pelajari secara formal, tapi tiba-tiba langsung terjun buat pengaplikasiannya di dunia kerja. Apalagi di bidang bank sentral, kan ranahnya ekonomi ya, jadi aku harus belajar dari awal lagi tentang fungsi bank sentral itu gimana, kebijakan-kebijakannya, ruang lingkupnya seperti apa, tapi bedanya ini langsung dari internalnya”.
Begitu pula dengan Najla, ia bercerita bahwa di program MSIB ini membuat ia banyak mengalami hal baru, salah satunya yaitu bertemu dengan mentor yang ada di perusahaan. Selain itu ia juga menjadi mendapat pandangan dan ide-ide terutama di bidang yang ia tekuni di program ini yaitu Desain Grafis, “Aku banyak banget dapat pengalaman yang seru meskipun belum lama masuk. Beberapa diantaranya, aku bisa belajar bagaimana rasanya kerja 9 to 5 di pusat kota Jakarta yang selalu orang-orang bicarakan, aku juga banyak bertemu mahasiswa dari universitas lain dan juga para mentor yang kemudian bisa saling berdiskusi tentang ide-ide kreatif baru untuk kemajuan perusahaan. Kebetulan sesi tersebut merupakan sesi yang paling aku suka, karena dari sana aku bisa dapat beberapa pandangan berbeda dan unik dari berbagai orang dan juga kalangan. Selain itu aku juga di-encourage untuk berani berbicara bahasa Inggris dan hal ini yang kemudian menjadikan aku jauh lebih pede untuk berbicara bahasa Inggris”.
Program MSIB bukan kali pertama Najla dan Zakia magang, sebelumnya mereka juga pernah mengikuti magang di Pusat Kebudayaan Prancis yaitu Institut Français Indonésie (IFI). Mereka juga bercerita untuk mengikuti magang di IFI, bisa mencari informasi di laman sosial media IFI sendiri, kemudian untuk prosedur dan syarat yang diperlukan ialah kompetensi bahasa minimal A2, motivation letter, dan juga CV terbaru diri masing-masing.
Najla dan Zakia juga menyarankan kepada seluruh mahasiswa aktif Sastra perancis yang ingin mengikuti program magang dimanapun itu untuk banyak mengikuti kegiatan non akademik, memperbagus portofolio diri, aktif di sosial media salah satunya LinkedIn, dan cari pengalaman di luar kampus. Selain itu mereka juga menyarankan untuk magang jika ada kesempatan untuk mengikutinya, “CV & Portofolio yang paling penting! Jangan ragu buat bertanya kepada kakak tingkat atau kenalan di LinkedIn yang sesuai sama dream company & job kamu. Mulailah cari pengalaman di luar kampus agar memiliki sedikit gambaran bagaimana sebuah organisasi/perusahaan bekerja. Selalu cek sosial media dan situs resmi program MSIB untuk informasi terbaru mengenai magang MSIB ataupun magang mandiri”.
Dan mereka juga berpesan, jangan takut untuk tidak dapat bersaing di lingkungan pekerjaan, jika sudah masuk di dunia kerja seraplah ilmu sebanyak-banyaknya, mereka juga mengatakan jangan takut untuk melamar magang dimanapun, dan jangan takut untuk gagal, “Prepare for the worst juga ya, siapkan ruang untuk gagal, kecewa, dan juga ikhlas. God’s plan is always the best, jangan pernah berprasangka buruk sama Tuhan. And last but not least, Just shoot your shot! Jangan takut untuk melangkah”.
